Seberapa cepatkah pelayanan tiga bank: Commonwealth, Mandiri, dan BNI dalam melayanai nasabah membuka rekening baru? Berikut pengalaman saya membuka rekening di ketiga lembaga keuangan tersebut.
Commonwealth Bank
Sejauh pengetahuan dan ingatan saya keberadaan Commonwealth Bank relatif baru di Indonesia. Kantor cabangnya pun saat ini boleh dibilang tidak terlalu banyak. Kantor pusatnya saat ini ada di Wisma Metropolitan 2, Jl Sudirman Jakarta Pusat.
Saya mengetahui keberadaan Commonwealth Bank pada saat di kantor saya diadakan banking fair. Beberapa lembaga bank diundang dalam acara tersebut, termasuk Commonwealth Bank. Saya tertarik kepada bank ini terutama karena produk-produknya yang boleh dibilang tidak konvensional. Daya tarik utama yang ditawarkan adalah kemampuan sistem transaksi online bank ini dalam membeli produk-produk reksadana dari para MI (manajer investasi) yang bekerja sama dengan Commonwealth Bank.
Singkat cerita akhirnya saya pun mendaftar untuk membuka rekening di Commonwealth langsung di kantor saya melalui petugas relationship manager yang ditugaskan di sana. Sama seperti proses membuka rekening pada bank-bank lain, beberapa form perlu saya isi lengkap. Beberapa syarat dan persetujuan pun perlu saya tanda tangani dengan kelengkapan tiga buah materai yang harus saya sediakan. Hari dimana saya mendaftar adalah Jumat, sekitar jam 15-an WIB.
Hari selasa minggu berikutnya saya ditelpon oleh petugas yang sama yang mengabarkan bahwa rekeningnya sudah selesai diproses dan saya boleh datang ke kantor mereka untuk mengambil token internet banking. Keesokan harinya, Rabu, saya pun datang ke kantor Commonwealth Bank di Wisma Metropolitan 2. Di sana saya berhadapan dengan petugas customer service, yang langsung menyediakan token internet banking dan mengajari cara menggunakannya. Tidak seperti bank-bank lain, Commonwealth Bank tidak menyediakan buku rekening (sebuah cara pandang yang menurut saya sudah tidak konvensional lagi).
Dengan token internet banking, saya pun bisa melakukan transaksi Commonwealth Bank secara online melalui e-banking mereka. Namun, ternyata kelengkapan konvensional lain berupa ATM pun dikirimkan pada hari berikutnya, Kamis. ATM-nya pun sangat professional dan elegan. Nomor ATM dan nama di ATM dicetak dengan huruf timbul yang dilapisi warna keemasan.
Total selesainya proses pembukaan rekening di Commonwealth Bank beserta semua kelengkapannya adalah 5 (lima) kerja. Total jumlah kunjungan ke kantor cabang untuk menyelesaikan proses ini adalah 1 (kali) kali. Biaya yang saya keluarkan selain untuk materai adalah 0.
Bank Mandiri
Bank Mandiri juga menjadi salah satu peserta banking fair yang berlangsung di kantor saya. Namun, pada saat berlangsungnya banking fair, saya tidak melakukan pembukaan account karena produk-produk bank Mandiri bagi saya tidak ada yang menarik. Namun, minggu berikutnya, karena satu alasan tertentu akhirnya saya memutuskan untuk membuka rekening di bank Mandiri.
Sebagai bank yang merupakan penggabungan bank-bank swasta sebelum krisis ekonomi, kantor bank Mandiri boleh dibilang berada di mana-mana. Dengan pertimbangan tertentu, akhirnya saya membuka rekening bank Mandiri di cabang Menara Duta, jl HR Rasuna Said Kuningan (dekat hotel Four Seasons).
Hari Jumat saya membuka rekening di bank Mandiri Menara Duta Kuningan. Saya memperoleh buku rekening dan disuruh menunggu sampai hari Senin minggu depannya untuk mengambil PIN Mandiri (token internet banking), dan menunggu hari Jumat mingu depannya untuk mengambil ATM. Kondisi dimana saya mengajukan aplikasi ke bank Mandiri sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta dilengkapi dengan surat keterangan yang berasal dari HRD kantor saya. Kondisi ini sama dengan kondisi yang saya berikan kepada Commonwealth Bank.
Hari Senin saya pun telpon ke petugas customer service yang sama dengan pada saat saya melakukan pembukaan rekening. Saya dikonfirmasikan bahwa PIN Mandiri bisa diambil. Tanpa ragu saya pun segera menuju ke kantor Mandiri Menara Duta Kuningan. Sampai di sana saya dilayani oleh petugas customer service yang berbeda. Dan betapa terkejutnya saya mendapat penjelasan bahwa internet banking hanya bisa diambil setelah saya melakukan pendaftaran melalui ATM. Padahal ATM-nya belum jadi dan mesti menunggu sampai hari Jumat. Saya pun pulang dengan tangan hampa dan perasaan kecewa.
Sampai hari Jumat saya telpon lagi ke Mandiri Menara Duta Kuningan. Saya dikonfirmasi bahwa PIN-nya sudah jadi tapi ATM-nya belum dikirim. Saya disuruh untuk telpon lagi hari Senin atau Selasa minggu depannya. Saya pun tidak punya pilihan lain selain menunggu. Hari Senin minggu depannya saya konfirmasikan lagi, dan jawabannya masih sama: ATM-nya belum ada.
Keesokan harinya saya tidak menelpon. Saya memilih ditelpon atau menunggu sampai hari Rabu untuk memastikan bahwa ATM saya sudah benar-benar ada. Sampai pada hari Rabu, saya juga lah yang pada akhirnya berinisiatif menelpon mereka lagi untuk melakukan konfirmasi. Padahal menurut saya dengan tidak terpenuhinya beberapa janji mereka sebelumnya harusnya mereka lah yang mengabari saya tanpa saya minta.
Beruntung hari Rabu ATM dan PIN Mandiri-nya sudah jadi. Saya pun mengunjungi Mandiri Menara Duta untuk ketiga kalinya. Akhirnya saya mendapatkan ATM sekaligus PIN Mandiri. Bentuk ATM-nya mengecewakan. Huruf pada nomor ATM dan nama bukanlah huruf timbul, melainkan huruf cetakan biasa yang terkesan sedikit tenggelam.
Total selesainya proses pembukaan rekening di Bank Mandiri beserta semua kelengkapannya adalah 9 (sembilan) hari kerja. Total jumlah kunjungan ke kantor cabang untuk menyelesaikan proses ini adalah 3 (tiga) kali. Biaya yang saya keluarkan selain materai adalah Rp 30rb (10rb ATM dan 20rb PIN Mandiri).
Bank BNI
Bank BNI bukanlah salah satu peserta banking fair yang diadakan di kantor saya. Saya mengajukan aplikasi pembukaan rekening di BNI Tebet di Setiabudi Atrium membawa kondisi yang sama dengan kondisi yang saya berikan kepada Commonwealth Bank dan Mandiri.
Saya datang ke kantor BNI Tebet pada hari Senin. Pada hari itu juga rekening bisa dibuka dan buku tabungan bisa dibawa pulang. Saya dijanjikan untuk bisa mengambil ATM 10 hari kerja setelah pembukaan rekening. Sedangkan BNI e-Secure (token internet banking BNI) bisa diambil 10 hari kerja setelah melakukan pendaftaran di website bank BNI, yang bisa dilakuka setelah ATM jadi).
Sepuluh hari berikutnya saya pun dikonfirmasi oleh petugas customer service BNI Tebet bahwa ATM-nya sudah jadi. Saya pun mendatangi kantor cabang BNI Tebet untuk mengambil ATM. Sama dengan ATM Mandiri, ATM BNI juga tidak dicetak dengan huruf timbul, hanya huruf cetak biasa. Dengan senang hati petugas customer service membimbing saya bagaimana cara menggunakan ATM tersebut pada sebuah mesin ATM yang terdapat di depan kantor mereka. Saya pun dikasih tahu bagaimana cara mendaftar internet banking melalui website BNI.
Sesampai di rumah saya pun mendaftar internet banking BNI, dan sukses. Hanya saja ketika saya mencoba untuk melakukan registrasi e-secure muncul pesan: Mohon maaf, fasilitas ini untuk saat ini belum dapat digunakan. Saya pun menelpon call center BNI dan tidak mendapatkan penjelasan memuaskan kenapa fasilitas tersebut belum dapat digunakan. Petugas hanya memberikan penjelasan bahwa saya akan dikonfirmasi melalui email kapan fasilitas tersebut bisa saya gunakan. Sampai tulisan ini saya publish, saya belum bisa melakukanpendaftaran e-secure BNI.
Total selesainya proses pembukaan rekening di Bank BNI beserta semua kelengkapannya (minus internet banking) adalah 10 (sepuluh) hari kerja. Total jumlah kunjungan ke kantor cabang untuk menyelesaikan proses ini adalah 2 (dua) kali. Biaya yang saya keluarkan selain materai adalah Rp 0.
Mana yang Terbaik?
Menurut saya, yang pantas saya berikan bintang 5 (lima) adalah Commonwealth Bank. Bank Mandiri menyusul di tempat kedua dengan cukup 2 (dua) bintang saja, dan bank BNI di tempat terakhir dengan 1 (satu) bintang.