Cara Instal WordPress di Komputer Sendiri
Meng-instal WordPress adalah pekerjaan yang mudah. Namun tidak demikian dengan menyiapkan infrastruktur untuk instalasi WordPress di komputer atau laptop kita sendiri. Posting ini akan membeberkan secara detil teknis langkah demi langkah instalasi WordPress di komputer sendiri, dimulai dari menyiapkan sistem operasi sampai WordPress bisa dilihat di dalam browser.
Posting ini bersifat teknis. Sedikit pengetahuan dan pengalaman bermain-main dengan komputer diperlukan untuk mempermudah kita mengikuti langkah demi langkah dalam menginstal WordPress di komputer sendiri. Namun dengan sedikit kesabaran, saya yakin langkah demi langkah ini dapat diikuti oleh Anda yang berkeinginan kuat untuk bisa mempunyai WordPress di komputer sendiri.
Dengan memiliki instalasi WordPress di komputer sendiri, kita bisa melakukan percobaan berbagai hal terhadap WordPress kita sebelum hasil akhirnya kita tampilkan ke publik. Penambahan plug-in, penggantian tema, dan penyuntingan berkas adalah hal-hal yang biasa dilakukan dalam menambah fitur dan kemampuan WordPress.
Spesifikasi Komputer
WordPress tidak memerlukan spesifikasi komputer yang canggih. Namun, infrastruktur server di belakangnya memerlukan komputer dengan spesifikasi tertentu. Apalagi dalam konfigurasi yang saya pakai, kita akan menggunakan teknologi virtualisasi yang menjalankan dua sistem operasi dalam waktu yang sama di dalam satu komputer. Berikut ini spesifikasi ideal komputer untuk keperluan instalasi WordPress di atas komputer kita sendiri:
- CPU 2.0 GHz dual core.
- Memori 2 GB.
- Harddisk 100 GB.
Menyiapkan Teknologi Virtualisasi
Hampir semua instalasi WordPress berjalan di atas server Linux. Oleh karena itu, untuk menyamakan kondisi instalasi di server dengan instalasi di komputer kita sendiri, dalam demo ini kita pun akan menggunakan Linux. Namun jangan khawatir untuk Anda yang terbiasa memakai Windows, Anda tidak perlu menambahkan partisi dan dual booting di komputer Anda. Dalam demo ini kita akan menggunakan Linux yang berjalan di atas Windows dengan teknologi virtualisasi.
Dengan teknologi virtualisasi, Linux kita akan berjalan di atas Windows layaknya seperti program biasa. Dan untungnya banyak solusi gratis yang bisa kita pakai untuk bisa menjalankan teknologi virtualisasi ini. Salah satu solusi gratis tersebut adalah Sun VirtualBox. Dalam demo ini, saya akan menggunakan VirtualBox untuk menjalankan Linux di atas Windows.
Sistem operasi Windows yang saya pakai dalam demo ini adalah Windows 7 RC build 7100. Namun kita tetap bisa memakai Windows XP dan Windows Vista. Sedangkan Linux yang saya pakai adalah Ubuntu 9.04 edisi server. Walaupun demikian, distro Linux lain seperti Debian, Fedora, CentOS, OpenSuse, Red Hat, dan lain-lain juga bisa dipakai. Linux Ubuntu edisi server tidak memiliki tampilan grafis (GUI), alias hanya console saja. Hal ini tidak menjadi masalah karena ada Windows di belakang layar yang akan membantu tugas-tugas yang memerlukan aplikasi GUI yang bagus.
Unduh VirtualBox dari alamat berikut ini: http://www.virtualbox.org/wiki/Downloads. Pilih yang VirtualBox for Windows hosts. Kemudian unduh Linux Ubuntu 9.04 edisi server dari alamat berikut ini: http://www.ubuntu.com/getubuntu/download-server. Selanjutnya instal VirtualBox di Windows. Proses instalasi ini sangat mudah, tinggal ikuti saja wizard instalasi yang menyediakan langkah demi langkah dengan jelas.
Membuat Virtual Server
Virtual server, sesuai dengan namanya, adalah server yang dijalankan di atas teknologi virtualisasi. Dengan virtual server kita tidak perlu mempunyai perangkat keras server yang memang secara fisik besar dan harganya mahal. Kalau hanya untuk keperluan menginstal WordPress di komputer sendiri, virtual server yang dijalankan di atas PC biasa atau laptop sudah mencukupi.
Membuat virtual server dengan VirtualBox sangat mudah. Jika VirtualBox sudah ter-instal, jalankan VirtualBox, lalu klik pada tombol 'New'. Wizard untuk membuat mesin virtual akan dimunculkan. Berikut ini langkah-demi langkah dalam mengisi wizard tersebut.
-
Nama mesin virtual dan sistem operasinya.
Name WordPress Ubuntu Server OS Type Linux Version Ubuntu -
Konfigurasi memori.
Base memory size 384 MB -
Konfigurasi Hard Disk Virtual.
Boot Hard Disk Dicentang Create new hard disk Dicentang -
Tipe Penyimpanan Hard Disk.
Storage Type Dynamically expanding storage -
Lokasi dan Ukuran Hard Disk.
Location WordPress Ubuntu Server Size 8.00 GB -
Selesai. Sampai di langkah ini wizard akan menampilkan layar yang mengkonfirmasi bahwa proses pembuatan mesin virtual baru sudah selesai. Kita sudah melakukan konfigurasi penambahan mesin virtual baru yang bernama WordPress Ubuntu Server pada VirtualBox. Langkah selanjutnya adalah melakukan boot-up terhadap mesin virtual tersebut sekaligus meng-instal Ubuntu Server di atasnya.
Menyiapkan Server LAMP
LAMP singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP. LAMP adalah paket di belakang layar yang menjalankan WordPress kita. Jadi, untuk bisa menjalankan WordPress di komputer kita sendiri, salah satu langkahnya adalah menyiapkan server LAMP. Walaupun kelihatannya cukup banyak yang mesti disiapkan, namun jangan khawatir karena wizard instalasi Ubuntu edisi server bisa melakukan semuanya otomatis untuk kita.
Berikut langkah demi langkah melakukan instalasi server LAMP pada virtual server WordPress Ubuntu Server yang sudah kita instal pada langkah sebelumnya.
-
Jalankan VirtualBox, lalu pilih WordPress Ubuntu Server. Kemudian klik tombol 'Start'.
-
'First Run Wizard' akan dimunculkan. Layar pertama wizard ini akan menanyakan kepada kita media yang akan digunakan dalam instalasi. Kita pilih CD/DVD-ROM. Untuk 'Media Source', kita pilih 'Image File'. Klik tombol folder di sebelahnya untuk mencari berkas
ubuntu-9.04-server-i386.isoyang sudah kita unduh pada langkah sebelumnya. -
Layar instalasi Ubuntu server akan dimunculkan. Gambar berikut menunjukkan layar pertama pada proses instalasi Ubuntu server. Dari layar ini, yang selanjutnya kita lakukan adalah mengikuti langkah demi langkah pada proses instalasi Ubuntu server. Jangan khawatir, proses instalasi Ubuntu sudah hampir segampang instalasi Windows. Dalam kebanyakan layar kita hanya perlu tekan tombol enter dan menerima nilai default.
-
Selanjutnya tekan enter pada layar-layar instalasi sampai kita ketemu layar 'Configure the Network' seperti terlihat dalam gambar di bawah ini. Untuk 'Name Server Address', masukkan blank. Untuk 'Hostname', masukkan nama dari server virtual kita. Dalam contoh ini saya menggunakan nama WordPress sebagai hostname.
-
Selanjutnya adalah konfigurasi zona waktu. Pada saat muncul layar 'Configure the Clock', pilih 'Select from worldwide list', lalu pada layar berikutnya cari kota Jakarta. Jika Anda hendak memilih zona waktu yang lain, silakan pilih kota yang sesuai dengan domisili Anda. Jika kota Anda tidak terdapat dalam daftar, cari kota yang berada dalam satu zona waktu dengan kota Anda dan berada dalam daftar.
-
Berikutnya adalah layar 'Partition disks'. Pilih 'Guided – use entire disk and set up LVM'. Lalu ikuti wizard partisi, jawab saja Yes apabila ada pertanyaan dari wizard, dan klik next jika wizard menawarkan nilai default untuk suatu pilihan.
-
Berikutnya konfigurasi user. Masukkan nama user dalam layar 'Set up users and passwords'. Kemudian masukkan password dalam layar berikutnya.
-
Jika ditanya apakah akan meng-enkripsi Home directory, pilih No.
-
Berikutnya pada layar 'Configure the package manager', masukkan HTTP proxy yang kita gunakan, bila ada. Jika kita terhubung langsung ke internet, tanpa proxy, kosongkan isian tersebut.
-
Berikutnya jika ditanya apakah akan melakukan update otomatis, pilih 'No automatic update'. Kita sedang melakukan konfigurasi di development untuk demo, sehingga update otomatis pada skenario ini tidak menjadi prioritas.
-
Langkah berikutnya adalah 'Software selection'. Langkah ini sangat penting karena instalasi Apache, MySQL, dan PHP berada di langkah ini. Pilihan kedua yaitu LAMP server harus dicentang. Pilihan lain yang kita centang adalah OpenSSH server dan Samba file server. Kedua pilihan ini memudahkan interaksi antara Windows dan Ubuntu server pada saat kita bekerja nantinya.
-
Selanjutnya program peng-instal akan menyalin dan memasang berkas-berkas yang diperlukan.
-
Pada saat ditanya password root MySQL, masukkan password yang diminta. Kita juga bisa membiarkannya kosong dalam skenario ini. Layar pertanyaan password MySQL ini sedikitnya akan muncul 2 kali.
-
Selanjutnya proses intalasi akan berjalan lagi. Ikuti dan tunggu sampai selesai. Jika sudah selesai, layar konfirmasi bahwa instalasi sudah selesai akan muncul. Tekan enter pada layar konfirmasi tersebut. Kemudian mesin virtual akan restart.
-
Setelah restart, mesin virtual WordPress kita akan hidup untuk yang pertama kali. Gambar berikut menunjukkan layar login mesin virtual WordPress kita.
Selamat! Apabila Anda sudah sampai tahap ini berarti Anda sudah berhasil menghidupkan server LAMP yang akan menjalankan WordPress kita di komputer sendiri.
Menghidupkan User root
User root dalam sistem operasi Linux merupakan Administrator yang bisa melakukan apa pun. Secara sengaja Ubuntu mematikan user root pada saat baru di-instal. Hal ini demi keamanan karena apabila akses user root ini jatuh ke tangan orang lain yang berniat tidak baik, sistem kita pun akan 'diambil alih' oleh orang tersebut. Namun untuk keperluan pribadi seperti menjalankan WordPress di komputer sendiri, menghidupkan user root akan memudahkan banyak hal.
Untuk menghidupkan user root, dalam layar console WordPress Ubuntu Server, ketikkan perintah berikut ini:
sudo passwd
Kemudian server akan menanyakan password kita, dan password baru untuk user root sebanyak dua kali. Masukkan password tersebut ke dalam prompt yang dimunculkan. Begitu kita berada dalam console virtual server, mouse kita akan 'terjebak' di dalamnya. Untuk mengeluarkannya, tekan tombol Ctrl sebelah kanan.
Setelah itu restart virtual server. Setelah restart kita bisa mencoba login ke dalam server menggunakan user root. Jika berhasil, berarti user root sudah aktif.
Konfigurasi Jaringan Virtual
Agar dua komputer bisa berhubungan satu sama lain, kita memerlukan jaringan yang menghubungkan kedua komputer tersebut. Tidak terkecuali dengan virtual server WordPress yang baru saja kita hidupkan. Virtual server WordPress kita berjalan di atas VirtualBox. Virtual server tersebut perlu terhubung ke komputer Windows kita sehingga Windows kita bisa mengakses virtual server. VirtualBox menyediakan jaringan virtual yang memungkinkan keterhubungan tersebut.
Akses dari Windows ke virtual server diperlukan dalam dua hal penting yaitu menyalin berkas, dan akses WordPress lokal menggunakan browser. Akses browser harus dilakukan dari Windows karena virtual server WordPress tidak dilengkapi denga GUI sehingga tidak bisa menjalankan browser seperti Firefox.
Untuk memulai konfigurasi jaringan virtual, pertama kita matikan dulu virtual server WordPress. Dari menu Machine di VirtualBox kita pilih ACPI Shutdown. Secara otomatis virtual server akan mati dalam beberapa detik.
Kemudian kita lihat panel VirtualBox. Dalam keadaan mesin WordPress Ubuntu Server masih dipilih, klik tombol 'Settings'. Kemudian pada layar 'Settings' yang muncul, pilih Network yang terdapat di bagian kiri layar tersebut. Setelah muncul konfigurasi Network, pilih tab 'Adapter 2'. Gambar dan tabel berikut ini menunjukkan konfigurasi yang harus dimasukkan dalam layar 'Adapter 2'.
| Enable Network Adapter | Dicentang |
| Adapter Type | Akan diisi secara otomatis |
| Attached to | Host-only Adapter |
| Name | Akan diisi otomatis setelah kita mengisi 'Attached to' |
Selanjutnya kita hidupkan kembali virtual server WordPress. Dari panel VirtualBox, pilih WordPress Ubuntu Server, lalu klik tombol 'Start'. Setelah virtual server hidup, login dengan user root dan password yang telah kita tentukan dalam langkah instalasi di atas.
Network interface untuk bisa berkomunikasi dengan Windows sudah kita konfigurasi dalam VirtualBox. Namun, Ubuntu sendiri belum mengenali network interface tersebut. Untuk bisa mengenalinya kita perlu mengedit /etc/network/interfaces dan menambahkan entri baru untuk network interface tersebut.
Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi network interface dalam WordPress Ubuntu Server:
-
Login sebagai
root. Dalam prompt console virtual server ketikkan perintah berikut ini:nano /etc/network/interfaces -
Lalu tambahkan entri berikut ini dengan mengetikkannya pada editor nano yang ditampilkan di layar:
auto eth1
iface eth1 inet dhcp
-
Lalu simpan berkas yang kita edit tersebut dengan mengetikkan tombol
Ctrl+O,Enter, danCtrl+X. Setelah itu dalam prompt console, ketikkan perintah berikut ini:/etc/init.d/networking restart -
Jika sudah selesai, ketikkan perintah berikut ini dalam prompt console:
ifconfig eth1 -
Jika berhasil, maka deskripsi dari network interface eth1 akan ditampilkan dalam layar seperti terlihat dalam gambar berikut ini.
-
Catat alamat IP (inet addr) yang dimunculkan dalam gambar di atas, yaitu
192.168.56.102. Layar Anda mungkin menampilkan nomor IP yang berbeda. Pakai nomor IP dari layar Anda. Lalu, jalankan program 'Command Prompt' di Windows. Ketikkan perintah berikut dalam layar Command Prompt.ping 192.168.56.102 -
Jika jawaban yang muncul dalam layar Command Prompt adalah “Reply from 192.168.56.102: ...” berarti Windows kita sudah bisa mengenali virtual server WordPress. Gambar berikut menunjukkan layar 'Command Prompt' yang menampilkan jawaban yang mengenali virtual server WordPress.
-
Buka browser, lalu ketikkan alamat berikut dalam address bar:
http://192.168.56.102Dalam browser kita harusnya akan dimunculkan pesan singkat berupa tulisan “It works!”. Hal ini menunjukkan bahwa server web Apache sudah bisa diakses dari browser.
Selamat! Sampai di sini kita sudah bisa menghubungkan Windows dengan WordPress Ubuntu Server.
Login Remot dari Windows
WordPress Ubuntu Server kita saat ini bisa diakses secara langsung dari Windows. Namun ada satu hal yang cukup mengganggu yaitu apabila fokus mouse kita berada di console virtual server, mouse tersebut tidak bebas digerakkan keluar jendela console tanpa memencet tombol Ctrl sebelah kanan. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi hal ini, yaitu:
- meng-instal program tambahan mesin virtual
- mengakses server secara remot
Kita akan akan memilih cara kedua yang lebih sederhana yaitu mengakses virtual server secara remot melalui layanan SSH. Cara yang kedua bisa juga diterapkan apabila kita mempunyai server yang benar-benar remot.
Untuk bisa mengakses server menggunakan SSH, kita perlu memerlukan perangkat lunak berupa klien SSH. Salah satu perangkat lunak klien SSH yang bagus adalah PuTTY. Kita bisa mengunduh PuTTY dari alamat berikut ini:
http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html
Setelah diunduh, tinggal di-instal ke dalam Windows kita. Kemudian kita jalankan PuTTY, lalu masukkan alamat IP dari virtual server ke dalam isian yang disediakan. Gambar berikut menunjukkan program PuTTY sesaat sebelum login.
Klik tombol Open. Sebuah layar console dimunculkan, kita akan ditanya login dan password sebelum bisa melakukan koneksi ke server WordPress secara remot. Setelah kita bisa login sebagai user root melalui SSH, kita bisa menyembunyikan layar console virtual server kita karena semua akses ke virtual server bisa dilakukan melalui akses remot SSH.
Memunculkan Virtual Server dalam Windows Explorer
Untuk memudahkan akses dari Windows ke virtual server, kita akan membuat Wordpress Ubuntu Server muncul dalam Windows Explorer. Dengan demikian kita bisa drag and drop berkas-berkas WordPress dari Windows ke virtual server dengan 'Windows Explorer'. Kita juga bisa menyunting berkas dalam virtual server langsung dengan perangkat lunak penyunting favorit kita di Windows.
Kita bisa melakukan hal tersebut karena sebelumnya kita sudah ikut sertakan Samba server pada saat instalasi virtual server WordPress. Dengan Samba, akses berkas dari Windows Explorer ke virtual server WordPress bisa dilakukan seperti layaknya folder Windows biasa. Sebelum kita bisa menggunakan Samba, kita perlu lakukan konfigurasi terlebih dahulu.
Berikut ini langkah-langkah konfigurasi Samba di WordPress Ubuntu Server:
-
Dalam prompt console PuTTY ketikkan perintah berikut ini:
nano /etc/samba/smb.conf -
Setelah berkas
smb.confditampilkan dalam editor nano, ketikkanAlt+/untuk menuju ke bagian akhir berkas. -
Tambahkan baris-baris berikut ini ke dalam berkas
smb.conf:[share]
comment = WordPress Ubuntu Server
path = /
browseable = yes
guest ok = no
read only = no
create mask = 0755
-
Restart Samba dengan mengetikkan perintah berikut ini dalam jendela PuTTY:
/etc/init.d/samba restart -
Buka Windows Explorer, lihat ke bagian Network. WordPress Ubuntu Server kita sudah terlihat dan bisa diakses. Gambar di bawah ini menunjukkan Windows Explorer yang sedang membuka file
WORDPRESS/share/var/www, dan membuat sebuah filetest.txtuntuk mencoba akses tulis ke dalam folder tersebut.
Selamat! Sampai di sini kita sudah bisa mengakses sistem berkas WordPress Ubuntu Server, menampilkannya dalam Windows Explorer, membuat, dan menyalin berkas dari Windows ke server.
Menyiapkan Database MySQL
WordPress memerlukan database MySQL untuk menyimpan data. Kita tidak perlu meng-instal-nya secara manual karena instalasi Ubuntu server di atas sudah secara otomatis melakukannya. Yang perlu kita lakukan adalah login ke database server MySQL dan membuatkan sebuah database yang akan dipakai oleh WordPress.
Berikut ini langkah-langkah membuat database dalam MySQL:
-
Dalam jendela PuTTY, ketikkan perintah berikut ini:
mysql -
Kemudian di dalam program mysql, ketikkan perintah-perintah berikut ini:
create database wordpress;
create user wpuser identified by 'password';
grant all on wordpress.* to wpuser@'%';
-
Kemudian keluar dari program mysql dengan mengetikkan perintah
exit;
Selamat! Sampai di sini kita sudah bisa membuat sebuah database MySQL yang akan dipakai dalam WordPress di komputer kita.
Meng-Instal WordPress
Setelah semua infrastruktur pendukungnya siap, saatnya kita sekarang meng-instal WordPress. Unduh terlebih dahulu WordPress terbaru dari alamat berikut ini:
Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk meng-instal WordPress ke dalam WordPress Ubuntu Server.
-
Hapus berkas-berkas yang ada dalam folder
WORDPRESS/share/var/www. Lalu ekstrak berkas zip dari WordPress hasil unduhan, salin keWORDPRESS/share/var/www. Kita bisa melakukan langkah ini dari Windows Explorer karena sistem berkas server WordPress kita sudah dikenali dan bisa ditulis dari Windows Explorer. -
Di jendela PuTTY, ketikkan perintah berikut ini:
chmod -R 0777 /var/www -
Buka browser, navigasikan ke
http://wordpress(tanpa akhiran apa pun). Layar browser kita harusnya menunjukkan gambar seperti ini: -
Ikuti wizard instalasi WordPress, sampai kita menjumpai layar konfigurasi database seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.
Tabel berikut adalah nilai-nilai yang harus diisi dalam form isian di atas:
Database Name wordpress User Name wpuser Password password Database Host localhost Table Prefix wp_ -
Sampai pada form mengisi judul blog, isilah sesuai dengan keinginan Anda. Selanjutnya informasi user admin WordPress dan password-nya akan ditampilkan dalam sebuah layar dalam wizard instalasi tersebut. Password ini dicetak secara otomatis oleh WordPress. Kita harus menggantinya pada saat kita login sebagai admin. Walaupun bersifat sementara, catat password sementara tersebut jangan sampai lupa.
-
Buka browser, arahkan ke
http://wordpress. Layar berikut ini harusnya ditampilkan dalam browser kita.
SELAMAT! Langkah utama meng-instal WordPress di komputer kita sendiri sudah berhasil kita lakukan!
Kesimpulan
Meng-instal WordPress dalam komputer kita sendiri memerlukan infrastruktur berupa server LAMP (Linux, Apache, MySQL, dan PHP). Teknologi virtualisasi memungkinkan kita untuk membangun instalasi server LAMP dalam komputer PC atau laptop, tanpa perangkat keras server yang besar dan mahal. VirtualBox menyediakan teknologi virtualisasi yang bisa kita pakai untuk membangun server LAMP di atas Windows. Kemudahan-kemudahan Windows menyediakan lingkungan GUI yang bisa dikombinasikan dengan server LAMP dalam membangun infrastruktur untuk WordPress di dalam komputer kita sendiri.
Menyukai tulisan ini?
Lacak balik tidak dihidupkan.





























September 10th, 2009 - 10:52
Thanks Mas Agus…………..wow keren sekali tutorialnya, izinkan saya mengunduhnya ya. Dibandingkan Mas Agus saya belum ada apa2nya niich. Maklum masih trap belajar. Terima kasih juga atas kunjungan ke blog saya yg belum selesai, sungguh kehormatan buat saya telah di kunjungi anda.
Salam Hormat
September 10th, 2009 - 12:27
Saya juga blogging untuk proses pembelajaran. Kalau Anda baca comment dari atas ke bawah, XAMPP kelihatannya lebih sederhana dari cara ini. Udah nyobain XAMPP?
September 10th, 2009 - 15:49
Terimakasih mas, atas ilmunya. Saya akan baca selengkapnya file pdfnya. Ini merupakan ilmu baru bagi saya, semoga berguna.
September 10th, 2009 - 15:57
mantap tutorialnya, tks ya
September 11th, 2009 - 09:52
Mas Agus…salam kenal dan thanks infonya lkp bgt. Tp jujur saya gak mudeng krn gaptek..maklum dah middle age women kali ya..hehe. Btw skrg saya pake blogspot krn lbh mudah bagi pemula spt saya. Tp sebetulnya saya ingin sekali bisa WP utk ganti template saya di blogdetik yg komunitasnya lbh bnyk..
September 17th, 2009 - 08:37
makasih tutor pdfnya mas
September 17th, 2009 - 16:53
Salam kenal juga Mas… hehehe…
Bahasa tulisannya cukup mudah dimengerti..
mohon bimbingannya..
September 28th, 2009 - 10:46
Salam kenal mas…
terima kasih yah atas ilmu’y sangat bermanfaat sekali..
September 29th, 2009 - 08:02
Wah mantapz….
Jadi wordpress itu bisa di-install ke laptop. Tapi, ini ada hubungannya dengan harus pasang internet pada laptop atau tidak ya?
Terima kasih.
September 30th, 2009 - 04:16
Instal wordpress lokal sifatnya offline, nggak perlu terhubung ke internet pada saat main-main dengan instalasi WordPress lokal tsb.
September 29th, 2009 - 08:27
Oia, salam kenal ya. Terima kasih buat info2 di blognya.
God bless you ^^
Oktober 2nd, 2009 - 23:55
Sebelumnya salam kenal…
Mohon maaf bila yang saya akan tanyakan ini agak menyimpang dari artikel diatas, tapi sebenarnya masih da hubungannya kok. begini mas…dari kemarin saya coba instal WORDPRESS MU tapi sampai sekarang belum berhasil.
yang saya coba instal adalah WPMU 2.8.4, saya pakai xampp sebagai local host, dan OS saya winxp.
saya macet di sebuah error message yang bunyinya kira-kira seperti berikut:
“Fatal Error
If your blog does not display, please contact the owner of this site.
If you are the owner of this site please check that MySQL is running properly and all tables are error free.
Database Tables Missing.
Database tables are missing. This means that MySQL is either not running, WPMU was not installed properly, or someone deleted wp_site. You really should look at your database now.
bla…bla…bla”
padahal mysql sudah berjalan dengan benar dan databasenya juga sudah saya buat.
mohon pencerahannya ya mas…
Oktober 6th, 2009 - 09:53
Salah satu pakar-nya WP-mu coba tanya ke Amri MF (moderator mediaqu.com dan kliksite.com). Saya sendiri belum pernah meng-instal WP-mu, jadi bukan kapasitas saya menjawab pertanyaan Anda, mohon maaf sebelumnya.
Oktober 4th, 2009 - 12:08
Kunjungan balik, thnx atas kunjungannya.
Oktober 5th, 2009 - 10:51
thank’s…mas ats informasinya and coment nya.
informasi yg diberikan sangat detail and verygood..
salam kenal..
Oktober 5th, 2009 - 11:11
Trims atas infonya.
Oktober 13th, 2009 - 07:49
hallo juragan.. saya masih belajar nich… mengenai timezone..
jam pc dan jam server beda saya liat perbedaannya persis 1 jam Asian/Kros…. itu saya liat di php.ini
adakah cara utk menyamakannya antar pc dan server. saya sudah mengganti
[Date]
; Defines the default timezone used by the date functions
;date.timezone = Asian/Jakarta
tetep masih selisih 1 jam lebih..
mohon petunjuk para master. thanks
Oktober 14th, 2009 - 04:20
Wah, terus terang harus pakar programming PHP nih yg jawab pertanyaan mas Ruddy…
dan saya sendiri bukan pakar PHP.
Kalau mas Sofyan (rekan saya pakar PHP) mampir ke blog saya dan baca comment mas Ruddy, biasanya dia akan menjawab.
Oktober 16th, 2009 - 11:05
Benar-benar dahsyat mas, e… dik (saya kepala lima lho), saluut u karyanya yang sangat membantu bagi “purnakarya” yang sedang belajar nge-blog seperti saya ini. saya masih mempelajri lho dik, belum praktek, so belum ada pertanyaan apalagi masukan, trims.